Persib Bandung masuk dalam daftar klub yang dikenai larangan registrasi pemain baru atau transfer ban oleh FIFA. Maung Bandung tercantum dalam Registration Ban List FIFA per 29 Mei 2026 akibat masalah kontrak pemain asal Filipina, Daisuke Sato, yang menjadi pemain Persib periode Juni 2022-Januari 2024.
Menanggapi informasi tersebut, manajemen Persib menyatakan telah mengetahui dan mengikuti proses penyelesaian perkara sejak awal. Persib juga menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan FIFA tidak berkaitan dengan tunggakan gaji ataupun pengabaian hak-hak pemain.
“Menanggapi informasi yang beredar mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA, Persib ingin memberikan penjelasan secara utuh agar publik memperoleh pemahaman yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi Persib dirilis web resmi klub, Sabtu (30/5/2026).
Dijelaskan, status tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023. Perkara ini kemudian berlanjut hingga proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS), yang dalam putusan akhirnya memberikan pengurangan nilai kompensasi dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub.
“Karena itu, penting untuk ditegaskan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual yang telah melalui proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku dalam sepak bola internasional.”
Sebagai klub yang menjunjung tinggi tata kelola profesional, Persib menyatakan menghormati setiap keputusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan tersebut.
Setelah kewajiban tersebut dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, status transfer ban akan dicabut dan PERSIB akan kembali dapat melakukan registrasi pemain sebagaimana mestinya.
“Kami juga ingin menegaskan bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategis klub. Persiapan tim, aktivitas rekrutmen, pengelolaan organisasi, serta berbagai program pengembangan yang telah dirancang tetap berjalan sesuai target,” jelasnya.
Dalam industri sepak bola profesional, sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang dapat terjadi dan pernah dialami oleh sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid.
“Situasi tersebut tidak menghalangi klub-klub tersebut untuk tetap beroperasi secara profesional dan menyelesaikan setiap proses melalui jalur regulasi yang tersedia.”
Kronologi Persib vs Daisuke Sato
Menjadi direkrut Persib pada Juni 2022 dan putus kontrak pada Januari 2024. Daisuke Sato mengucap salam perpisahan dengan Persib Bandung pada 30 Januari 2024 pagi melalui media sosial Instagram-nya.
Daisuke Sato menyatakan rasa syukur atas cinta yang ia terima dari Bobotoh selama berbaju Persib sejak tim masih ditukangi pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts (di Liga 1 2022-2023). Namun, pada waktu yang sama, Persib belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perpisahan pemain berposisi wing back kiri ini.
Padahal, sang pemain masih terikat kontrak hingga Januari 2025. Dilihat dari gelagat Sato yang menuliskan,”Kamu (Persib) akan selamanya ada di hatiku dan sampai jumpa lagi,” ia diduga akan gabung klub baru dengan status permanen.
“Hatur nuhun Persib, saya selamanya bersyukur atas cinta yang saya terima dari para Bobotoh,” tulis Sato dalam @daisukesato11.
Usai meninggalkan Persib, Daisuke Sato bergabung dengan One Taguig FC (1 September 2024) dan Davao Aguilas (Februari 2024).
Permasalahan antara Persib dan Daisuke Sato mulai mencuat pada paruh kedua Liga 1 2023/2024. Situasi itu terjadi setelah pelatih Bojan Hodak memutuskan memanfaatkan kuota pemain ASEAN untuk mendatangkan kiper asal Filipina, Kevin Ray Mendoza.
Keputusan tersebut berdampak pada posisi Daisuke Sato dalam skuad. Bek kiri yang sebelumnya mendapatkan perpanjangan kontrak hingga 2025 pada Januari 2023 itu tidak lagi masuk daftar pemain yang digunakan Persib pada putaran kedua kompetisi.
Meski tak masuk skuad pertandingan, Sato masih terlihat mengikuti sesi latihan bersama tim yang dipimpin Bojan Hodak. Namun, hingga saat itu belum ada klub yang bersedia menampungnya dengan status pinjaman.
Kemudian, Daisuke Sato memilih mengakhiri kontraknya lebih cepat sebelum masa kerja samanya berakhir. Setelah berpisah dengan Persib, pemain Timnas Filipina tersebut kembali ke negaranya dan bergabung dengan Davao Aguilas FC.
Beberapa waktu setelah meninggalkan Bandung, Sato mengungkapkan tidak memiliki persoalan pribadi dengan Kevin Ray Mendoza maupun pihak lain di dalam tim. Ia menyebut situasi yang dialaminya merupakan konsekuensi dari keputusan teknis pelatih.
“Jadi saya tidak ada masalah pribadi, hanya saja hal itu bisa terjadi dan bisa terjadi pada siapa saja,” kata Daisuke Sato.
“Jadi pelatih lebih memilih posisi kiper, jadi bagi saya dan dia di antara kami, kami tidak punya masalah pribadi. Semuanya baik-baik saja,” lanjutnya.
Sanksi transfer ban dari FIFA kini menjadi perhatian publik menjelang aktivitas transfer Persib untuk musim mendatang. Namun, manajemen klub menegaskan bahwa perkara tersebut berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato dan bukan masalah tunggakan hak pemain. (PR/PERSIB.CO.ID)





